Eksploitasi sumber daya mineral dan batubara yang masif kerap meninggalkan jejak kerusakan ekologis yang permanen serta konflik sosial yang berkepanjangan di kawasan tapak tambang. Guna membedah persoalan ini secara obyektif dan mendalam, studi kritis dijalankan bersama jaringan WALHI Dumai untuk menyediakan ruang kajian ilmiah bagi mahasiswa dalam mengevaluasi dampak industri ekstraktif. Ruang studi ini dirancang untuk menguji sejauh mana prinsip kedaulatan lingkungan dan keselamatan warga diterapkan dalam tata kelola pertambangan.
Aktivitas pertambangan skala besar sering kali mengubah bentang alam, menghilangkan fungsi resapan air, serta meninggalkan lubang-lubang tambang beracun yang mengancam keselamatan warga. Dalam kajian ini, mahasiswa melakukan analisis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), memetakan kerusakan kawasan resapan air, serta menghitung kerugian ekologis yang ditanggung oleh masyarakat lokal. Pembahasan mendalam ini membuka wawasan akademis bahwa biaya pemulihan lingkungan sering kali jauh lebih besar daripada pendapatan yang diperoleh.
Mahasiswa juga diajak untuk mencermati aspek hukum dan kepatuhan korporasi terhadap kewajiban reklamasi serta pascatambang. Melalui metode investigasi lingkungan, para mahasiswa dapat mengidentifikasi pelanggaran-pelanggaran operasional yang merusak fasilitas umum dan ruang hidup warga sekitar. Data temuan lapangan ini kemudian disusun menjadi laporan advokasi hukum untuk mendesak penegakan sanksi bagi perusahaan yang tidak taat aturan.
Penyebaran riset mengenai tata kelola tambang yang adil serta kampanye penyelamatan kawasan hutan tutupan terus diperkuat oleh pengurus tentang WALHI Pekanbaru melalui diskusi publik dan workshop analisis kebijakan pertambangan. Forum akademis ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam menilai kelayakan industri ekstraktif di suatu daerah dari sudut pandang keselamatan rakyat.
Dampak positif dari kajian keadilan ekologis ini tercermin dari lahirnya rekomendasi-rekomendasi ilmiah yang mendorong moratoria izin tambang di wilayah kerentanan ekologis tinggi. Karya akademik mahasiswa menjadi alat pertimbangan yang berharga bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan tata ruang yang lebih memprioritaskan keselamatan lingkungan dan keberlanjutan hidup warga.
Bagi perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, maupun peneliti yang ingin bergabung dalam kajian sektor ekstraktif, analisis kebijakan pertambangan, atau advokasi keselamatan warga tapak tambang, informasi resmi dapat dihubungi melalui kontak WALHI Batam. Sinergi akademis ini menjadi langkah penting dalam mengawal tata kelola sumber daya alam Indonesia agar berorientasi pada keadilan ekologis.
